Tanggal : 02/12/2018, 16:53:16, dibaca 1541 kali.

SEDOTAN MINUMAN JADI KALIGRAFI


MEDAN (ypwp) – Membuat kaligrafi Nampak-nampaknya memang sangat digemari oleh siswa-siswi di MDA Wiranusa Pratama Medan. Memang pelajaran kaligrafi ini merupakan pelajaran favorit kedua anak didik setelah pelajaran Al-Qur’an. Pada pelajaran kaligrafi ini guru-guru MDA Wiranusa Pratama selalu berupaya mengajarkan teknik-teknik membuat kaligrafi dengan mudah, indah dan beberapa model tulisan kaligrafi seperti khat naskhi, khat farisi, khat tshuluts dan berbagai macam khat lainnya. Didalam kaligrafi kita tidak hanya mengenal model tulisan, namun kita juga bisa berkreasi warna serta teknik memberi warna pada kaligrafi tersebut.


Umi Suriyani, S.Pd merupakan guru kelas II MDA Sore. Ia mengajak siswa-siswinya memanfaatkan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan suatu seni yang indah yaitu seni kaligrafi. Sedotan minuman sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari kita sudah tidak terpakai lagi. Hal ini lah yang akan dimanfaatkan anak didik untuk membuat kaligrafi. Jum’at (09/2).


Kegiatan membuat kaligrafi dari sedotan ini dilakukan di ruang kelas. Pada kegiatan ini siswa-siswi dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama merangkai sedotan menjadi tulisan kaligrafi “Allah”. Kelompok kedua merangkai sedotan menjadi tulisan kaligrafi “Muhammad” dan kelompok ketiga merangkai tulisan kaligrafi “Assalamualaikum”. Pada kegiatan ini tampak anak didik sangat serius dan bekerja sama dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya.


Sedotan awal nya bermanfaat untuk minuman. Namun ketika telah selesai digunakan, sedotan ini selalu dibuang orang-orang dan menjadi tidak berguna lagi. Disisi lain sedotan ini dimanfaatkan oleh siswa-siswi MDA Wiranusa Pratama dengan cara di bentuk dan disatukan sehingga menjadi suatu seni kaligrafi yang indah”. Terang Suriyani.


Kepala Madrasah Bapak M. Cheriandiva Putra Kaya Harahap, S.Pd mengatakan, “Menjadi guru yang kreatif merupakan salah satu dari kriteria guru professional. Guru professional memiliki pemikiran-pemikiran yang kreatif dan inovatif dalam mengajar.  Diharapkan seluruh point kriteria guru professional dapat dimiliki oleh guru-guru di MDA Wiranusa Pratama, bukan hanya kreatif saja, namun seluruh point kriteria guru professional harus ada dalam diri kita”. Tegas Cheriandiva.


Tak lupa juga Kepala Madrasah Mengapresiasi kegiatan ini, semoga dengan adanya pelajaran kaligrafi ini dapat menambah minat anak didik dalam membaca Al-Qur’an serta menuliskannya kedalam kaligrafi.